oleh

Kemenkum Sultra Ikuti Pembukaan Serentak Bakti Sosial Hari Pengayoman ke-81

SULTRA.SIN.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, mengikuti secara daring pembukaan serentak rangkaian kegiatan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026, Rabu (12/8).

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kementerian Hukum tersebut meliputi Bakti Sosial Donor Darah, Bazaar UMKM, Lomba Vocal Kebangsaan, dan Lomba Pesona Berkain Nusantara. Pembukaan kegiatan dihadiri secara langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Hukum, Komjen Pol. Hendro Pandowo, dan dibuka oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum Kementerian Hukum, Andry Indrady.

Kegiatan tersebut turut diikuti secara daring oleh jajaran Kementerian Hukum, termasuk para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia. Kehadiran jajaran secara serentak menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Pengayoman ke-81.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum Kementerian Hukum menekankan bahwa peringatan Hari Pengayoman tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk melihat sejauh mana keberadaan Kementerian Hukum mampu menghadirkan manfaat dan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Tak Temukan Unsur Pidana, Kasus Raffi Ahmad Dihentikan Polda Metro Jaya

Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi negara tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, dokumen yang dihasilkan, maupun target yang dicapai, tetapi juga dari dampak dan perubahan yang dihadirkan bagi masyarakat. Nilai pengayoman tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan di bidang hukum, tetapi juga melalui kepedulian, kemanusiaan, kebersamaan, dan kebermanfaatan.

Dalam konteks tersebut, rangkaian kegiatan bakti sosial Hari Pengayoman ke-81 memiliki makna yang lebih luas. Kegiatan donor darah menjadi bentuk kepedulian konkret yang dapat membantu menyelamatkan kehidupan manusia. Sementara Bazaar UMKM menjadi ruang pemberdayaan ekonomi sekaligus mendorong kesadaran bahwa kreativitas dan karya merupakan aset yang perlu dilindungi dan dikembangkan melalui kekayaan intelektual.

Sementara itu, Lomba Vocal Kebangsaan dan Lomba Pesona Berkain Nusantara menjadi sarana untuk merawat semangat kebangsaan, memperkuat identitas, serta menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat kepedulian, kebersamaan, dan pemberdayaan.

Baca Juga  Gerindra Usung Lalu Muhamamd Iqbal dan Indah Dhamayani Putri di Pilgub NTB

Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan tersebut. Dukungan berbagai pihak, mulai dari Dharma Wanita Persatuan Kementerian Hukum, jajaran Kementerian Hukum, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, mitra, peserta, hingga seluruh panitia menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan.

Ia berharap semangat yang dibangun dalam momentum Hari Pengayoman tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir. Kepedulian harus menjadi budaya, kolaborasi harus menjadi cara kerja, dan kebermanfaatan harus menjadi ukuran dari pengabdian.

Bagi Kanwil Kemenkum Sultra, pesan tersebut menjadi penguatan untuk terus menghadirkan pelaksanaan tugas yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target organisasi, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kakanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, menyampaikan bahwa pihaknya siap menerjemahkan semangat Hari Pengayoman ke-81 melalui berbagai kegiatan yang memperkuat kepedulian sosial, kolaborasi, pemberdayaan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Muzani soal Prabowo Presiden 2024: Kekuasaan Itu Dimaksudkan untuk Membela Rakyat Kecil dan Terpinggirkan

“Momentum Hari Pengayoman ke-81 menjadi pengingat bagi kita bahwa pengabdian harus memberikan manfaat nyata. Karena itu, semangat kepedulian, kolaborasi, dan kebermanfaatan akan terus kami dorong dalam setiap pelaksanaan tugas dan kegiatan Kanwil Kemenkum Sultra,” ujar Topan.

Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara serentak tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh insan Pengayoman di Indonesia.

“Melalui kegiatan seperti donor darah, pemberdayaan UMKM, serta kegiatan yang mengangkat semangat kebangsaan dan budaya Nusantara, kita dapat menunjukkan bahwa insan Pengayoman hadir tidak hanya melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan nilai positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan mengikuti pembukaan secara daring, Kanwil Kemenkum Sultra turut mengambil bagian dalam semangat peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026 yang mengedepankan kepedulian, kolaborasi, kebersamaan, dan kebermanfaatan sebagai bagian dari wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan negara.

News Feed