oleh

2 Tahun Asta Cita, Bimas Kristen Salurkan 48,69 Miliar Bantuan Rumah Ibadah

SULTRA.SIN.CO.ID – Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama dalam dua tahun Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran menyalurkan bantuan senilai Rp48,69 miliar. Bantuan ini antara lain untuk rehabilitasi dan operasional rumah ibadah, termasuk rumah ibadah terdampak banjir di Aceh-Sumatra. Selain itu, bantuan ini juga untuk penyediaan Alkitab, hingga penguatan kepedulian sosial.

“Bantuan ini disalurkan Bimas Kristen dalam rangka mendukung agenda pembangunan nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” terang Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga  Bahas Kerjasama Literasi Pengurus PUB Kunjungi JBS

Dari anggaran Rp48,69 miliar, sebesar Rp24,22 miliar merupakan bantuan rehabilitasi dan operasional rumah ibadah Kristen untuk menunjang keberlangsungan pelayanan gereja dan aktivitas keagamaan masyarakat. Sementara Rp24,475 miliar disalurkan untuk rehabilitasi rumah ibadah terdampak banjir Aceh-Sumatra. Bimas Kristen juga menyalurkan Rp470juta untuk bantuan pemulihan 13 gereja terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga  Deklarasi Pers 2026: Negara Harus Hadir Jaga Media dan Demokrasi

Selain itu, bantuan sebanyak 11.250 Alkitab dengan total anggaran Rp2 miliar turut menjadi bagian dari upaya mendukung kehidupan iman umat Kristen. “Penyediaan Alkitab diharapkan dapat memperluas akses umat terhadap kitab suci sekaligus menunjang kegiatan pembinaan iman di berbagai komunitas,” sebut Jeane Marie Tulung.

Menurut Jeane Marie Tulung, Ditjen Bimas Kristen terus berupaya agar pelayanan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan administrasi. Lebih dari itu, layanan keagamaan juga menyentuh kebutuhan umat dalam menjalankan kehidupan beragama secara nyata.

Baca Juga  Program Sejuta Mangrove Polda Jateng untuk Selamatkan Lingkungan Pantai dan Pemulihan Ekonomi

“Dukungan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memulihkan sarana peribadatan setelah bencana. Keberadaan gereja yang kembali dapat digunakan tidak hanya mendukung pelaksanaan ibadah, tetapi juga membantu memulihkan ruang kebersamaan dan kehidupan komunitas umat,” tandasnya.(***)

 

News Feed